New Arrivals
-
Dagadu T-Shirt Rib Long Sleeve Wherever You Go | Kaos Lengan Panjang Pria Wanita | Cotton Combed
Regular price Rp 210.000Regular priceUnit price / perSale price Rp 210.000 -
Dagadu T-Shirt Rib Long Sleeve Revisi | Kaos Lengan Panjang Pria Wanita | Cotton Combed
Regular price Rp 160.000Regular priceUnit price / perRp 210.000Sale price Rp 160.000
24% OFFSale -
Dagadu T-shirt Regular Wherever You Go I Kaos Lengan Pendek Pria Wanita Unisex I Cotton Combed
Regular price Rp 150.000Regular priceUnit price / perRp 195.000Sale price Rp 150.000
23% OFFSale -
Dagadu T-Shirt Regular Nipis | Kaos Lengan Pendek Pria Wanita | Cotton Combed
Regular price Rp 150.000Regular priceUnit price / perRp 195.000Sale price Rp 150.000
23% OFFSale -
Dagadu T-Shirt Long Sleeve Revisi | Kaos Lengan Panjang Pria Wanita | Cotton Combed
Regular price Rp 210.000Regular priceUnit price / perSale price Rp 210.000
SPECIAL SERIES
Kotagede
Terinspirasi dari Kotagede, menilik asal muasal Kotagede dari alas (hutan) mentaok yang dibangun menjadi pusat peradaban Mataram Islam oleh Panembahan Senopati dan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan. Setelah Mataram terbagi 2 menjadi Yogyakarta dan Surakarta, Kotagede tidak lagi menjadi ibu kota tapi tetap menjadi salah satu pusat perekonomian dengan adanya juragan-juragan Kalang.
SPECIAL SERIES
Catur Gatra
Terinspirasi konsep tata kota yang menyatukan empat (catur) elemen dalam keselarasan dan keseimbangan, digagas oleh Panembahan Senopati. Empat elemen tersebut adalah pusat pemerintahan di Keraton, pusat kegiatan sosial di Alun-Alun, pusat peribadatan di Masjid Gedhe, dan pusat perekonomian di Pasar Gedhe (Beringharjo).
SPECIAL SERIES
Margatama
Terisnpirasi Margatama yang berarti jalan keutamaan adalah bagian dari filosofi paraning dumadi, dari Tugu Golong Gilig menuju Keraton. Meninggalkan Tugu yang diapit Pingit dan Gondolayu sebagai simbol sifat buruk manusia melewati Margatama yang diteduhkan dengan pohon gayam (ayem, ketenangan) dan asem (sengsem, kebahagiaan).
SPECIAL SERIES
Malioboro 1900
Terinspirasi dari Malioboro pada era 1900-1940, saat jalan yang sebelumnya untuk seremonial Keraton ini berkembang menjadi pusat perekonomian. Ditandai dengan berdirinya toko-toko, hotel, juga renovasi Pasar Gedhe (Beringharjo) menjadi bangunan beton. Warna-warni pop mewakili sejarah era jalan kerajaan yang dijuluki dengan Malya Bhara, jalan yang dihiasi untaian bunga.




