New Arrivals
-
Dagadu T-shirt Regular Perjamuan Terakhir - Kaos Unisex
Regular price From Rp 170.000Regular priceUnit price / perRp 225.000Sale price From Rp 170.000
24% OFFSale -
Dagadu T-shirt Regular Mukbang Beteng - Kaos Unisex
Regular price From Rp 170.000Regular priceUnit price / perRp 225.000Sale price From Rp 170.000
24% OFFSale -
Dagadu T-shirt Regular Keluarga Bercanda - Kaos Unisex
Regular price From Rp 170.000Regular priceUnit price / perRp 240.000Sale price From Rp 170.000
29% OFFSale -
Dagadu T-Shirt Regular Goa Langse | Kaos Lengan Pendek Pria Wanita | Cotton Combed Double Knit
Regular price From Rp 150.000Regular priceUnit price / perRp 195.000Sale price From Rp 150.000
23% OFFSale -
Dagadu T-shirt Regular Curut Suka Cita - Kaos Unisex
Regular price From Rp 170.000Regular priceUnit price / perRp 225.000Sale price From Rp 170.000
24% OFFSale
EXCLUSIVE BUNDLING
Kotagede
Terisnpirasi dari Kotagede, menilik asal muasal Kotagede dari alas (hutan) mentaok yang dibangun menjadi pusat peradaban Mataram Islam oleh Panembahan Senopati dan ayahnya, Ki Ageng Pemanahan. Setelah Mataram terbagi 2 menjadi Yogyakarta dan Surakarta, Kotagede tidak lagi menjadi ibu kota tapi tetap menjadi salah satu pusat perekonomian dengan adanya juragan-juragan Kalang.
EXCLUSIVE BUNDLING
Catur Gatra
Terisnpirasi konsep tata kota yang menyatukan empat (catur) elemen dalam keselarasan dan keseimbangan, digagas oleh Panembahan Senopati. Empat elemen tersebut adalah pusat pemerintahan di Keraton, pusat kegiatan sosial di Alun-Alun, pusat peribadatan di Masjid Gedhe, dan pusat perekonomian di Pasar Gedhe (Beringharjo).
EXCLUSIVE BUNDLING
Margatama
Terisnpirasi Margatama yang berarti jalan keutamaan adalah bagian dari filosofi paraning dumadi, dari Tugu Golong Gilig menuju Keraton. Meninggalkan Tugu yang diapit Pingit dan Gondolayu sebagai simbol sifat buruk manusia melewati Margatama yang diteduhkan dengan pohon gayam (ayem, ketenangan) dan asem (sengsem, kebahagiaan).
EXCLUSIVE BUNDLING
Malioboro 1900
Terinspirasi dari Malioboro pada era 1900-1940, saat jalan yang sebelumnya untuk seremonial Keraton ini berkembang menjadi pusat perekonomian. Ditandai dengan berdirinya toko-toko, hotel, juga renovasi Pasar Gedhe (Beringharjo) menjadi bangunan beton. Warna-warni pop mewakili sejarah era jalan kerajaan yang dijuluki dengan Malya Bhara, jalan yang dihiasi untaian bunga.